Gimana Finland?

“How’s Finland?”

Pertanyaan yang gue dapet hampir tiap hari sejak datang kesini.

Dan hal pertama yang ada di pikiran gue pasti… dingin. But when i think about it, there’s actually a whole lot more than that!

Pertama-tama, kalian harus tau faktanya Finlandia adalah negara yang penduduknya paling jarang dibandingkan dengan negara lain di European Union, dengan hanya 16 penduduk per km². Bayangin aja di Indonesia gue tinggal di Bekasi yang kalian tau macetnya kayak apa. Nah disini gue tinggal di kota kecil banget namanya Perho, bahkan McD pun disini gak ada, musti keluar kota dulu.

Jadi disini tuh sepi, tentram dan damai. Saking damainya, gak ada polisi di kota gue. Kok bisa? Iya, bisa. Kalo ada hal darurat, harus telepon kantor polisi terdekat, jauhnya kira-kira 1 jam naik mobil. Lumayan sih, ya.

But anyways, walaupun disini sepi sama orang, tapi rameeeee banget sama pohon. Serius gak boong gue, pohon dimana-mana. Bahkan orang bilang: “You can have a 14 hours driving trip and all the sceneries you see are trees.” Gak heran sih kenapa udara disini bersih banget. Saking bersihnya, upil gue disini warna putih, gak pernah sekalipun warna coklat kayak biasanya di Indonesia, AHHAHAH.

Oiya, selain pohon, di Finlandia banyak banget yang namanya danau. They don’t call this country Land of a Thousand Lakes without a reason. Dan ternyata, angka seribu bahkan gak mendekati. Faktanya ada 187,888 danau!!! Banyak banget, kan? Iya, Finlandia pegang rekor negara dengan danau terbanyak di dunia.

Oke lanjutt. Sekarang tentang Finnish people. Jujur, orang-orangnya beda jauh b a n g e t sama orang Indonesia. Sumpah. Pas hari pertama sekolah, misalnya. Kalo di Indonesia pasti dikerubungin, anak-anak pada kepo nanya segala macem. Tapi disini, people are like, lo orang baru ya yaudah, terus kenapa? Kasarnya gini: lo lo gue gue. Gitu.

But Finnish people are not cold, they’re just shy! Ada sebuah kalimat yang gue temuin di internet:

“An introverted Finn looks at his shoes when talking to you; an extroverted Finn looks at your shoes”.

Tapi makin lama, mereka makin open, kok. They just need a longer time to figure things out ☺️ Pas Orientation Camp (it was on my 23rd day in Finland), ada volunteer yang bilang gini: “It is completely normal if you haven’t got any friends yet at school. Once they realised that you are not a bad person trying to destroy things, then they will start talking to you.” Dan ternyata dia benar!

Mereka punya negara yang cukup luas dan orangnya sedikit, mungkin itu sebabnya mereka selalu mementingkan personal space. Mereka terbiasa gak dikelilingi orang asing. Sebagai contoh misalnya, di kereta bangkunya berdua-berdua. Semua baris udah diisi sama satu orang tiap barisnya. Biasanya orang pasti mikir itu masih bisa duduk, kan tiap baris 2 bangku. But when you’re a Finn, you’ll prefer to stand, than to sit with a stranger. Iya, segitunya….

On the other hand, besides their personal space with strangers, orang Finlandia sangat dekat dengan keluarganya. Mereka seneng kumpul keluarga dan ngobrol sambil minum kopi. Bahkan randomly visit their relatives just to have coffee and chill. And it’s a wonderful thing.

Intinya, banyak banget yang bikin gue kaget. Tapi ingat:

“It’s not good or bad, it’s just different.”

HEHE. ❤

Advertisements