Seleksi AFS Tahap 2

Kali ini, gue bakal lanjut bahas tentang seleksi AFS. Buat kalian yang belum baca post gue sebelumnya yaitu Seleksi AFS Tahap 1, bisa klik disini

Without further ado, langsung aja ya!

– Seleksi Tahap 2 ngapain aja, sih?

Sebelum seleksi, beberapa hari sebelumnya kalian diminta buat daftar ulang dan bawa berkas-berkas yang disuruh.

Nah di tahap kali ini adalah seleksi wawancara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kalau di chapter gue, chapter Karawang, kita tuh udah dibagiin dan dikasih tau bakal dapet jatah wawancara di jam berapa dan di ruang mana. Jadi datengnya boleh pas kita mau wawancara. Kalo dapetnya jam 1 siang, ya datengnya boleh jam segitu, ga usah dateng pagi-pagi. Kebetulan waktu itu gue dapet jatah wawancara di RONDE PERTAMA. Jam 9.10-10.10, di ruang 10. Gila gak tuh, waktu itu gue nervous banget, soalnya dapet giliran pertama jadi gak ada yang bisa gue tanyain “Tadi gimana? Ditanya apa aja? Galak gak kakaknya?” Yah, begitulah.

– Wawancara Kepribadian (Bahasa Indonesia)

Awal masuk ruangan, gue dapet giliran wawancara kepribadian dulu. Degdegan. Banget. Tapi lama-lama enggak, sih. Soalnya kayak ngobrol biasa. Mereka bakal tanya tentang kalian, pokoknya nyambung-nyambung sama apa yang kalian tulis di form.

“Oke, bisa tolong ceritakan tentang dirimu?” kata kakak pewawancara. Gue pun cerita panjang lebar tentang gue, keluarga, sekolah, sama hobi. Terus mereka nanya tentang ekskul gue, kesibukan gue di sekolah, kekurangan & kelebihan gue, segala macem deh.

Mereka juga tanya tentang AFS gitu, kayak misalnya:

  • Apa tujuan kamu ikut AFS?
  • Mau ke negara mana? Dan kenapa?
  • Kamu gak papa ngulang 1 tahun di SMA?
  • Apa yang mau kamu kenalin dari Indonesia ke orang-orang sana?
  • Gimana cara kamu bersosialisasi nanti?
  • Kebetulan kan kamu berhijab, gimana kamu ngejelasin ke mereka?
  • dll.

Pokoknya pertanyaannya gitu-gitu, deh. Yang bikin skakmat itu pas sang pewawancara nanya gue tentang politik. Gue pun panik karena gak tau mau jawab apa. Yaudah daripada gue diem bengong gue jawab aja sekenanya yang gue tahu dan baru bilang aja jujur kalo gue kurang tahu tentang itu.

TIPS:

Kalau ditanya sesuatu dan kalian gak tahu jawabannya, jangan sok tahu. Nanti malah ditanya lebih banyak lagi dan kalian lebih gak tau lagi. Mending jujur aja dan take it easy. Jangan pikir pusing-pusing sebelum jawab pertanyaan. Keluarin aja apa yang ada di otak kalian. Dan 1 lagi yang paling penting, jangan lupa tersenyum!

– Wawancara Bahasa Inggris

Nah setelah selesai wawancara kepribadian, gue langsung disuruh ke tempat wawancara Bahasa Inggris. Pertama-tama gue memperkenalkan diri dulu sambil jabat tangan kakak pewawancara. Kalau gue gak salah, waktu itu kedapetan returnee YES ke Indonesia dari India sama Taiwan.

Hello, i’m Lulu. Nice to meet you.”

Hi Lulu, nice to meet you too. Please sit down.”

Thank you,” jawab gue.

Sambil membaca-baca formulir gue yang seabrek itu, mereka nanya-nanya tentang keluarga gue, sekolah, hobi, cita-cita, banyak deh. Mereka juga tanya tentang negara mana yang pengen gue dapetin kalo AFS.

So, Lulu. Which country do you wanna go to besides USA?”

I wanna go to Italy or Turkey.”

Woah, they’re beautiful countries. What is it that you like about them?”

Gue pun ngejelasin tentang Itali dan segala makanannya yang luar biasa enak, arsitekturnya, sejarah yang unik di Turki, budayanya, dan lain-lain.

Can you tell us about your strengths and weaknesses?” tanya sang kakak.

Well, i think i’m pretty brave and adventurous, easy to adapt in a new environment, but i am still a stiff person when i speak in public.”

Is that all? You wrote one more thing in here,” katanya sambil nunjuk ke form gue.

Sialnya gue lupa banget gue nulis apa! “Hmm sorry i can’t remember what else.”

Ok, it’s alright. Do you have anything else to say to us? Or maybe tell us an important story in your life.”

Gue pun cerita tentang gue dan teman-teman gue dari ekskul pecinta alam. Kami naik Gunung Kencana, disitu kami kedinginan parah karena hujan deras, baju basah kuyup karena belum bangun tenda. Ada salah satu dari kami kena gejala hipotermia yang bahaya banget. Terus gue cerita bagaimana gue dan teman-teman gue menyelesaikan masalah tersebut.

Thank you for your story, that’s all we want to ask you. You can leave now.”

Thank you so much for today! See you next time,” kata gue sambil meninggalkan ruangan.

Saat gue udah di luar ruangan, gue penasaran sama apa yang gue lupain tadi pas ditanya soal kelebihan dan kekurangan gue. Gue pun langsung cek form gue dari HP. Ternyata gue lupa kekurangan gue 1 lagi bahwa gue pelupa. Yaela. 😦

TIPS:

Ga usah panik. Mungkin kedengerannya serem atau gimana, tapi wawancara Bahasa Inggris ini asik banget kok. Kayak ngobrol biasa aja. Mereka gak bakal nilai grammar kalian bener apa nggak, atau pronunciation kalian bagus apa jelek. Mereka cuma mau tahu apakah kalian bisa make a conversation dalam Bahasa Inggris. So, don’t worry! 😉

Segini dulu yang bisa gue share tentang seleksi tahap 2. Semangat ya adik-adik! Jangan lupa berdoa buat hasil terbaik. Good luck! Untuk post tentang Seleksi Tahap 3, bisa klik disini.

Advertisements