Why Do You Hike?

Many people wonder, ‘Why do you guys hike? It’s super tiring.’

And my answer is, yes, we will suffer. From foot aches and back pain. Burnt skin, cracked lips, dry hair, and many. But we will also experience the deepest of joys. The togetherness, being that cold together makes every hug that you get from your mates counts. The warmth of the sunlight after a long cold night. Seeing the pretty stars and city lights while enjoying some hot chocolate. The feeling after we reached the peak of the mountain and then cried. The taste of food that we proudly made, then eat it together from the same plate. But even the simplest thing can make us feel grateful, like seeing the edelweiss flowers bloom. or meeting other hikers and said hello to each other and get encouraged.

At the end of the day, all the suffering will be worth it. And believe me, you will crave for more hiking trips.😉🌹
17 may 2017 – 8.45 pm

I Was Dying

First i was dying to finish high school and start college.

And then i was dying to finish college and start working.

And then i was dying to marry and have children.

And then i was dying for my children to grow old enough for school so i could return to work.

And then i was dying to retire.

And now i am dying… and suddenly i realize i forgot to live.

– Anonymous

Submitted by Nicole Zablocki


Curhat Seleksi AFS Tahap 3

Jadi guys, sebenarnya waktu seleksi tahap 3 itu gue lagi gak fit. Udah beberapa hari sakit. Pusing, lemes, badan panas. Parah deh pokoknya. Hari-H seleksi paginya malah muntah-muntah. Nyokap gue sampe bilang gini pas hari-H seleksi: “Udah, ikhlasin aja, kak. Kita ke rumah sakit aja, ya.” Tapi gue tetep keukeuh ikutan seleksi. Gue mikir, mending gue terusin, daripada berhenti di tengah jalan dan menyesal. Sayang banget udah sampe tahap ini. Ke RS-nya pas pulang seleksi aja. Gitu pikir gue.

Yaudahkan, cus deh ke lokasi. Gue masih punya sekitar 30 menitan sebelum seleksi dimulai. Disana udah banyak peserta lain, mereka udah pada kenalan. Tapi saat itu posisinya gue pusing pake banget sampe gak sanggup berdiri, apalagi bersosialisasi, kan?

Nah gue pun duduk di pinggir lapangan. Tiba-tiba ngeliat anak-anak peserta pada rame ngerubungin tembok. Gue samperin kesana. Ternyata itu list kelompok. Gue cari nama gue dan dapet, lalu gue cari orang-orang yang sekelompok sama gue. Kita pun kenalan.

Dan yak, di saat proses seleksi, gue paksa diri gue. Walaupun pusing, kleyengan, rasanya pengen pingsan. Apalagi unjuk bakat gue taekwondo. I did reaaaally bad. Gue jelek banget waktu itu. Taekwondo gue acak-acakan, lemes, gak jelas. Tapi mau diapain lagi.

Setelah seleksi selesai gue pasrah sama Allah karena emang waktu itu gue merasa gagal, teman sekelompok gue bagus-bagus dan gue merasa gak bakal lolos. Gue dijemput orang tua gue dan pergi ke RS sesuai rencana. Gue tes darah dan ternyata hasilnya gue positif demam berdarah!!! HUAA. Gue pun dirawat di RS selama seminggu.

Saat hasil seleksi keluar, gue udah sehat dan udah keluar RS. Gue pasrah banget banget banget, gue berdoa semoga hasilnya itu yang terbaik dari Allah buat gue. Gue pun akses website chapter Karawang dan hasilnya adalah GUE LOLOS KE TAHAP NASIONAL. ALLAHU AKBAR. Gak nyangka parah. Gue pun nangis.

YAAK dan selanjutnya adalah Seleksi Nasional, apakah layak untuk seleksi lanjutan YES atau dikirim ke AFS. Ternyata gue gak dipilih buat YES gengs, but it’s okay! Gue masih punya kesempatan di AFS.

Buat yang penasaran tentang anak-anak BINABUD MENCARI BAKAT, yang lolos tahap selanjutnya semua kecuali Dinda 😥 Gak papa, many opportunities ahead for you, Din! Oh iya, Hilda diundang untuk seleksi YES!

Setelah berbulan-bulan sabar, akhirnya gue dapat kiriman surat dari AFS pada bulan Februari di hari ulang tahun gue, bahwa gue dapat placement di Finlandia. Gue sama nyokap gue pun nangis bareng. BEST BIRTHDAY GIFT EVER.

Kabar selanjutnya adalah Alberic dapat placement di Rusia, Hilda lolos seleksi YES, sedangkan Rafif gak lolos seleksi internasional. Gak papa, Rafif, many opportunities ahead!

BINABUD MENCARI BAKAT

Doakan kami ya! Dan good luck juga untuk kalian!❤️

Seleksi AFS Tahap 3

Halohalo, balik lagi sama gue di post tentang Seleksi AFS/YES. Sekarang gue mau bahas tahap terakhir seleksi tingkat chapter, yaitu Seleksi Tahap 3! Buat yang belum baca post gue tentang seleksi tahap-tahap sebelumnya, bisa klik disini.

Kalo udah, langsung aja ya!

– Dinamika Kelompok

Jadi, kalian bakal dibagi kelompok, 1 kelompok dalam 1 ruangan. Pas gue dateng list kelompok & ruangannya tuh udah dipajang, jadi gue sama yang lain sempet kenalan dulu bentar biar di dalam ruangan nanti lebih enak.

Di kelompok gue ada Alberic, Rafif, Dinda, dan Hilda. (SHOUTOUT TO THEM FOR BEING THE DREAM-TEAM. Miss you guys!)

Nah, awal masuk ruangan kita semua masih bingung cengo gak tau harus ngapain. Gue masih inget banget di dalam ruangan itu ada 3 kakak juri, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Ada juga 1 orang Hosting di Karawang, Isabella (IF YOU’RE READING THIS, HI!) 😀 Gak lama kemudian salah satu kakak kasih kita beberapa amplop dan kita disuruh milih secara random. Di dalam amplop tersebut ada berbagai macam kasus. Dari amplop yang kita pilih, kita dapat kasus bagaimana mengatasi masalah minat baca masyarakat.

Setelah itu kakaknya kasih kita alat dan bahan buat kita bikin ‘sesuatu’ yang bisa mengatasi masalah kasus tadi. Alat dan bahannya ada 1 pak kartu poker, selotip, dan gunting. Udah itu aja. Dikit banget, i know. 😂

Setelah diskusi singkat, gue sama teman sekelompok gue memutuskan untuk bikin maket perpustakaan umum modern. (Hayo gimana.)

Setelah riweuh selotip sana-sini, akhirnya prakarya kami jadi. Terus disuruh presentasi sama kakak-kakaknya. Kami pun menjelaskan apa itu perpustakaan modern kami, mau dibangun dimana nanti, ditujukan untuk siapa, darimana modal untuk membangun perpustakaan tersebut, macam-macam, deh.

TIPS:

Continue reading “Seleksi AFS Tahap 3”

ketahuilah.

aku tidak benar-benar pergi.

aku hanya ingin lihat

bagaimana sikapmu saat tahu

bahwa kamu dan aku

bukanlah ‘kita’ seperti dulu

aku pikir kamu akan berusaha

nyatanya tidak.

aku tahu. itu bodoh.

melepasmu- aku hancur.

aku takkan bisa.

tapi aku ingin kau tahu

bahwa

aku masih disini

aku tidak benar-benar pergi.

Positive pain

There are days where you feel unloved. You will look around and see your family and lovers, and you will not have that. But not every day is going to be a good day, and that’s okay. You are allowed to feel sad and cry. Just remember to always come back and put a smile.

Turn your pain into a positive way by doing things that you love. That’s how you can get distracted. Once you are distracted, when you look back you won’t feel pain anymore because it’s in the past. It is what it is. And you have come to accept it.

And remember, happiness is not derived from others loving you. Happiness comes from loving yourself.

And the universe said, “I love you, because you are love.”

 Cheers! ❤

Seleksi AFS Tahap 2

Kali ini, gue bakal lanjut bahas tentang seleksi AFS. Buat kalian yang belum baca post gue sebelumnya yaitu Seleksi AFS Tahap 1, bisa klik disini

Without further ado, langsung aja ya!

– Seleksi Tahap 2 ngapain aja, sih?

Sebelum seleksi, beberapa hari sebelumnya kalian diminta buat daftar ulang dan bawa berkas-berkas yang disuruh.

Nah di tahap kali ini adalah seleksi wawancara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kalau di chapter gue, chapter Karawang, kita tuh udah dibagiin dan dikasih tau bakal dapet jatah wawancara di jam berapa dan di ruang mana. Jadi datengnya boleh pas kita mau wawancara. Kalo dapetnya jam 1 siang, ya datengnya boleh jam segitu, ga usah dateng pagi-pagi. Kebetulan waktu itu gue dapet jatah wawancara di RONDE PERTAMA. Jam 9.10-10.10, di ruang 10. Gila gak tuh, waktu itu gue nervous banget, soalnya dapet giliran pertama jadi gak ada yang bisa gue tanyain “Tadi gimana? Ditanya apa aja? Galak gak kakaknya?” Yah, begitulah.

– Wawancara Kepribadian (Bahasa Indonesia)

Awal masuk ruangan, gue dapet giliran wawancara kepribadian dulu. Degdegan. Banget. Tapi lama-lama enggak, sih. Soalnya kayak ngobrol biasa. Mereka bakal tanya tentang kalian, pokoknya nyambung-nyambung sama apa yang kalian tulis di form.

“Oke, bisa tolong ceritakan tentang dirimu?” kata kakak pewawancara. Gue pun cerita panjang lebar tentang gue, keluarga, sekolah, sama hobi. Terus mereka nanya tentang ekskul gue, kesibukan gue di sekolah, kekurangan & kelebihan gue, segala macem deh.

Mereka juga tanya tentang AFS gitu, kayak misalnya:

  • Apa tujuan kamu ikut AFS?
  • Mau ke negara mana? Dan kenapa?
  • Kamu gak papa ngulang 1 tahun di SMA?
  • Apa yang mau kamu kenalin dari Indonesia ke orang-orang sana?
  • Gimana cara kamu bersosialisasi nanti?
  • Kebetulan kan kamu berhijab, gimana kamu ngejelasin ke mereka?
  • dll.

Pokoknya pertanyaannya gitu-gitu, deh. Yang bikin skakmat itu pas sang pewawancara nanya gue tentang politik. Gue pun panik karena gak tau mau jawab apa. Yaudah daripada gue diem bengong gue jawab aja sekenanya yang gue tahu dan baru bilang aja jujur kalo gue kurang tahu tentang itu.

TIPS:

Continue reading “Seleksi AFS Tahap 2”

Control Errors

When it comes to calmness, i have always been the best amongst my friends. It’s not that i can’t act crazy or anything, i just feel that when in an emergency, there is no need for us to be panicking. Whenever i’m panic, i can’t think of anything so i don’t see a point in that. I control myself and try to be as calm as i can facing the problem.

So i just shout, “STAY CALM OK CALM DOWN,” to everyone, including myself too. In urgent situation i like to calm myself by making myself think that it’s alright and everything is going to be ok.

“Just do what you have to do, and it’s gonna be all good,” i say to myself.

And i think it’s a good thing i have.

I remember one time when i was in a mountain called Merbabu in Central Java last March, i was hiking with some friends. Once i and the other 3 girls were left behind from the group. We were stuck in a difficult situation. The sun was starting to set and one of us couldn’t find her headlamp (she probably put it in the bottom of her bag). Then it was starting to rain, so we stopped for a while to put on our raincoat. But after that, rain fell heavily and the track was really slippery. One of us who didn’t find her headlamp was starting to panic. She screamed for help from our group, which would have been somewhere far from our position that time. I tried to calm her down but the panic spread to the other girl. And i couldn’t think of anything except for someone to come here pick us up so i started to scream with them. It was really chaotic.

I guess i failed at being calm HAHAHA. Still need to try and really calm myself.

“It’s all about finding the calm in the chaos.” – Donna Karan

In response to: Control

Seleksi AFS Tahap 1

Halo!

Jadi, di post kali ini gue mau ngeshare pengalaman ikut seleksi pertukaran pelajar yang diadakan oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Sumpah deh, gue jamin gak bakal nyesel ikut seleksi ini.

– Bina Antarbudaya itu apa, sih?

Yayasan Bina Antarbudaya adalah organisasi relawan yang punya banyak banget program, diantaranya itu adalah program pertukaran pelajar. Nah, Binabud punya 4 program pertukaran pelajar, yaitu:

  1. AFS (American Field Service)
  2. KL-YES (Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study)
  3. AFS Short Program
  4. AFS AAI (Asia-Pacific Initiative)

Untuk penjelasan lebih lanjut, kalian kunjungi websitenya aja ya! Di bina-antarbudaya.or.id.

– Gimana cara daftarnya?

Sebelum ikut seleksi, kalian harus beli pin pendaftaran dulu. Harganya 50 ribu rupiah. Waktu itu di sekolah gue ada volunteers AFS yang dateng buat presentasi gitu buat yang tertarik ikutan pertukaran pelajar, sekalian jualan pin. Nah abis beli pin, cepetan aktifin pin kalian di website Binabud. Inget ya, pin kalian itu ada masa kadaluwarsanya. Jadi ngisi formnya jangan di entar-entarin kayak gue waktu itu WKWKWK. Kalo udah kadaluwarsa kalian harus beli pin baru, tapi tenang form yang udah kalian isi bisa di save kok dan gak bakal ilang kalau beli pin baru.

– Apa aja yang harus diisi di Online Form?

Banyak. Mulai dari data pribadi, rekomendasi dari guru, teman, lingkungan sekitar, daftar prestasi, dan pertanyaan-pertanyaan lain. Siap-siap ribet ya! Nah pas hari-H seleksi, jangan lupa bawa KARTU TANDA PESERTA. Ini penting banget. Kalo gaada itu, kalian gak boleh ikut seleksi. Bukan cuma tahap 1 aja ya, tahap-tahap selanjutnya juga jangan lupa bawa kartu seleksi. Kan gak lucu kalo gagal tes cuma karena kartu peserta ketinggalan. Sayang banget.

TIPS:

Continue reading “Seleksi AFS Tahap 1”